Arsip

Arsip untuk Februari, 2010

Pria beraura Tong Sampah!!!

24 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Ku harap kamu gak akan pernah kenal dan bertemu dia kawan. Dia pria yang perfect menengkelkannya.. mulai dari tampang sampai tingkah laku dah gak ngorbit banged disebut sebagai lelaki menyenangkan. sebaliknya dia sangat sangat membuatku muak!

Tak perlulah ku sebut detailnya.. hahaha cuma ingin menumpahkan rasa kesal dan uneg-uneg aja karena sungguh jika dia ada, seluruh kreatifitas, gaya dan sebagainya seperti hilang dari diriku. aku mati gaya, bad mood dan susah payah menahar amarah..

Ck..ck.. kok ada orang yang seperti itu. aku curiga dia tak pernah belajar etika. bagaimana menyuruh orang (Tepatnya menta tolong), bagaimana bertanya yang baik, bagaimana menjadi orang yang menyenangkan…

Kau pasti tahu kawan, manusia itu adalah makhluk yang selalu ingin di dengarkan tapi rada2 enggan mau mendengarkan orang lain. nah itu.. dia maunya di dengarkan aja, gak pernah ingin mendengarkan orang lain.. cari muka di depan yang lebih tinggi dan penjilat!!

Toloong hari ini moodku hancur karena tingkah sok-nya!! mrintah-mrintah seenaknya kayak aku ini babunya aja.. anjriittt…………….!!!

Ups.. maaf dan tolong maklumi moodku yang sedang ancur ini kawan.. aku bener-benar stress di buatnya…

Categories: Ceritaku

Cerita Hari Ini (22/02)

22 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Pagi-pagi sekali aku telpon Pak Roby, bukan untuk minta maaf karena aku telah berusaha menghapus tanda tangan palsu di KRS dengan penghapus pulpen harga seribu perak hehehe.. ya meski gak berhasil-berhasil amat paling tidak tidak begitu kelihatanlah.. kemungkinan terburuknya Pak Roby akan bertanya ini bekas tanda tangan siapa?? mau nyoba palsuin tanda tangan saya ya?? lalu aku akan menjawab dengan sok polos maaf pak kemarin saya salah tanda tangan.. saya pikir di bagian ini saya harus tanda tangan ternyata ini bagian bapak.. beres kan?? hahaha

Lalu akupun ke kampus setelah ‘janjian’ dulu dengan pak Roby, janjiannya di parkiran Gedung D FKIP unram, si bapak bilang katanya gak bisa lama. Di paskiran aku duduk sendiri di atas tembok yang setinggi lutut orang dewasa di bagian barat parkiran. sambil ngipas-ngipasin map ke leher karena keringat mulai merembes pagi-pagi. mungkin karena tegang hahaha.

eh tau gak, parahnya..aku gak tau yang mana namanya Pak Roby, ini pertama kali beliau jadi Dosen wali ato dosen pembimbingku. Gesit ku sms teman-temanku yang juga ber-dosen wali pak roby

Ke Ibenk: benk, pak Roby tu ciri-cirinya gimana??

Ke Intan: Tan, pak Roby pake mobil atao motor??

Ke Ria: Bu, Pak Roby rambutnya gimana ya??

beberapa menit kemudian balasan sms dari ketiiga temanku itu masuk.

Dari Ibenk: Mang ada apa ji? lum ngumpulin KRS ya??

Dari Intan: Gak tau Ji, pake engkel(sejenis Bis mini yang kalo di Lombok bis antar kecamatan,biasanya reot dan bauuu)  kali.wakakaka

Dari Ria: Kemarin si agak2 keriting, gak tau sekarang mungkin dah rebonding!

Busyet dah ni anak-anak, gak ada yg beress.. malas aku balas lagi smsnya aku pun duduk lagi dengan tenang (tepatnya berusaha tenang..), sengaja map merahku ku kipas-kipaskan lagi siapa tau Pak Roby melihatku duluan lalu tahu aku sedang menuggu beliau. dan benar saja, Avansa Pink lewat dan berhenti agak ke selatan kira-kira 5 meter dari tenpat ku duduk. keluarlah Pak Roby, dengan pakaian Olah raga lengkap dengan sepatu Ketsnya.

“Mau tanda tangan KRS ya?” tanya si bapak dari jauh..

“iyah..iyah..” aku mengangguk lalu berlari ke arahnya.

“mana..?”

“ini pak..” sambil ku sodorkan mapku ke si bapak yang masuk lagi ke Mobilnya.

“Hmm.. ini bekas tanda tangan, apa maksudnya??” deg..!! “Oo kamu ya yg katanya pak Saleh palsuin tanda tangan saya??”

Damn!

Aku cengengesan karena gak tau harus ngomong apa,..rasaya pengen lenyap dari depan si bapak. maluu euy!

Lalu ku putuskan untuk jujur dan bercerita dengan luguhnya..(baca; Lebay!)

“Kemarin aku putus asah pak..setelah didera rasa letih, mondar mandir kesana-kemari mengejar bapak yang terhormat.. hingga akhirnya aku menyerah dan kalah oleh iblis yang senantiasa menjerumuskan manusia.. akupun tergoda dan memalsukan tanda tangan bapak…tapi hasilnya bagus kok pak.. tapi bapak yang di akademik bilang ini bukan tanda tangan bapak.. akupun menyerah lagi.. jadi…”

“Sudah..sudah.. saya buru-buru nih sudah saya tanda-tangan, lain kali jangan ulangi, saya santai aja kok orangnya..cari saya dimana saya ada saat itu saya pasti welcome sama mahasiswa..okeh? saya jalan dulu”

Alhamdulillah……….aku selamat!! sekali lagi aku selamat… ini jelas bukan karena nama kakekku Selamat Riadi hahaha.. tapi ini memang nasib lagi gak apess dan ternyata hanya kejujuran yang bikin tenang kawan.. ingat itu.. waspadalah..waspadalah…

setelah itu aku bisa dengan tenang melanjutkan hidupku….tapi ternyata tak sampai disini.. simak cerita berikutnya..

Astaga! Ketua Dewan Racana Teparrr

Lepas dari kejar-kejar dosen dan sukses dengan kejujuran (chieeeehahaha) aku ke ke sekret dan mengkoordinir anggotaku untuk ikut ke kegiatan Donor darah yang di adakan Dewan Kerja Daerah NTB,  untuk mempererat tali silaturrahmi aku bela-belain ijin gak masuk kerja pagi itu dan meminta teman kerjaku gantikan shiftku hehehe.. ya selama ini antara Pramuka unram dengan DKD memang jarang berkomunikasi.. adi harapanku dengan ini dua kubuh akan lebih akrab.

Kau tahu kawan, ini adalah the first! pertama kali aku akan mendonorkan darahku yang entah bergolongan apa.. hahaha aku paling benci jarum suntik! aku alergi liat darah dan gak suka bau karbol! Meski enggan, aku harus mendonorkan darahku dengan ikhlas.. (eiit aku bukan enggan donorin darah tapi enggan di tusuk-tusuk!).

Setelah basa-basi dengan kawan-kawan DKD, senyum senyum sana sini a.k.a tebar pesona dikit dan mengisi form aku masuk ke ruang Transfusi darah, wew..suasananya dah kayak rumah sakit aja tuh! ada 5 tempat tidur nyang kayak di rumah sakit noh..gak tau namanya..hehehe dan di atasnya masing terbiring orang-orang yang sedang di sedot darahnya hiii… begitu kepalaku nongol dipintu, langsung saja pak Dokter yang kelihatannya lebay itu memanggilku dan menyuruhku duduk di depannya.. sialan gak ada kesempatan kabur pikirku..

Lenganku di balut dengan tensimeter (bener gak tuh namanya?), lalu di pompa dan sang dokter (yang kalo ku lihat bikin aku ingat salah satu artis yang  kalo ngomong lebay). lalu jari ku di plintar plintir dan mendekatkannya ke alat kayak pulpen dan tiba-tiba dara dan keluar dari ujung jadi telunjukku.. weeeit gak sakit too?? hahahaha,

“Sekarang langsung ke tempat tidur ya mas, untuk di ambil darahnya..” kata sang Dokter dengan bibir yang di buat-buat cuih..hahaha

Bah! ini bagian yang sangat tak kusukai. harus berhadapan dengan jarum suntik yang sebesar jarum suntik sapi. lenganku di oles-oles. Multzam dan desi yang berdiri di sampingku ampe gak bisa nahan ketawa liat expresiku yang katanya lucu dan pucat! anjriittt dah….

Lalu… checkkk!! jarum itu menembus uratku..rasanya bikin aku meremas-meramas seprei tempat tidur, bibirku gak sengaja monyong dan saat-saat memalukan seperti itu ternyata sang kameramen dengan semangatnya menyorot expresiku yang memalukan itu! Desy ampe terpingkal-pingkal, multazam keluar ruangan untuk ketawa! dokter mendekat dan sok menenangkan, seandainya ia tahu.. ini menyiksaaaa..! tapi stay cool walaupun awalnya dah kebuka belangku, takut disuntik! beberapa menit kemudian sakitnya mulai reda.. aku bisa senyum-senyum ke arah perawat-perawat yang membantu dokter hehe. tapi senyum tak berlangsung lama, sang perawat yang sedari awal disampingku menyudahi menyedot darahku, jarum sialan itu dilepas dan..tiba-tiba saja aku seperti melayang, terbang, telingaku berdenging aneh, pelan-pelan semua benda disekelilingku menjadi pudar lalu menjadi putih seluruhnya.. ooh… rupanya aku sudah pingsan dengan damai.. huwaaaa!!

Kira-kira beberapa menit berselang aku membuka mata dan ku dapati di bawah kakiku ada bantal yang di tumpuk, bajuku terbuka, ikat pinggangku terbuka, sepatu dan kaos kakiupun demikian.. ada apa ini..?? aku masih lemah.. hanya bisa membuka mata doank..

“Kak ajie..dah sadar..” itu suara desi, aku hanya bisa berkedip lalu gak sadar lagi…

Begitu sadar tambah rame saja di sekelilingku, bukannya kata-kata berduka cita yang tertangkap telingaku, yang ku dengan malah kata-kata ledekan, ejekan dan suara ketawa menjengkelkan dari anggota-anggotaku..awas kalian kataku dalam hati, ya, karena aku belum bisa bergerak!

“Astagaaa… Ketua Dewan Pramuka unram pingsan?? ck..ck..ck..” aku kenal sekali suara menjengkelkan itu. Itu suara Fuji. huh..awas ku plintir telingamu nanti anak muda.

“Siapa yang pingsan?” yang ini  entah siapa punya suara

“Kak Ajie.. ketua dewan kita..” dengan nada penuh semangat aku tahu itu Harun..okeeeh awas kalian semua!

“Ah.,.kak ajie cemen nih..gitu aja pingsan..” Reihan ikut-ikutan. anak baruu awas pelantikan nanti, ku bikin kapok kau yah!

Beberapa menit kemudian keadaanku berangsur membaik, Multazam memapahku ke luar ruangan dan memberiku segelas susu coklat anged, telur rebus dan pop mie anged.. plus secangkir kopi. dengan sangat sangat lahap ku habiskan pop mie dan telur rebusnya. sementara anak-anak itu ntak berhenti dengan leluconnya. benar-benar memalukan ini!

Setelah merasa segar aku bertingkah seolah tak pernah terjadi apa-apa, . ku ajak mereka balik kesekret meski masih saja mereka mengejekku.. otakku sibuk merencanakan pembalasan wakakaka…

Tapi entah kenapa tiba di sekret, rencana serangan balik tak jadi ku lancarkan.. abis mereka semua kompak menertawakanku sementara aku hanya sendiri..huuuff….

ini kejadian yang tak akan ku lupakan, pertama kali aku mendonorkan dara dan langsung pingsan.

Sungguh terlaluhh…!!

Sorenya:

sms dari Ochi _yang dah sekian tahun aku gak ketemu_ masuk.

“Siapa tuu yang sok-sok-an donor darah lalu pingsan…?? kita lagi nonton videonya neh..”

Gubrakkkk!!!!

Categories: Ceritaku

Cerita Hari Kemarin (Sabtu,19/02)

22 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Huufff hari yang penuh warna memang hari ini.. jatuh bangun mungkin yang tepat, kayak lagunya Mbah Meggy Z. hehehe.

Tragedi Tanda Tangan Palsu

Karena sibuk dengan organisasi dan kerjaan aku sampai lupa kalo waktu ngurus KRS tinggal hari ini doank. Sok gak panik aku ke kampus dengan Map merah, tas pinggang kecil eiger yang setia menemaniku terlalu kecil untuk mam folio KRS ku. orang-orang lagi pada rame nunggu dosen wali masing-masing untuk di mintain tanda tangan, salah satunya ada Ika temen kelasku yang juga sedang ‘hunting’ dosen wali. tanya punya tanya ternyata dosen waliku beda sama ika, singkat cerita aku di kasi Nomor hape dosen waliku dan langsung ku hubungi
tanpa babibu..

“Hmm..Mahasiswa mana kamu??” Suara garang disebarang sana kedengeran sekali gak bersahabat, pikirku.

“Maaf pak, saya mahasiswa S1 PGSD Extensi pak, mau mita tanda tangan untuk KRS..” kataku sok sopan xixixix

“Jam 8 pagi ini saya ke kampus tunggu disana” langsung telpon di tutup, huh gak sopan!

eh lupa, kisah ini (chieee) settingnya di kampus FKIP unram gedung D lt.2 jam 7.00 hari sabtu. (tumben bener aku ke kampus jam segituu)

Sampai jam 9 aku duduk bengong, mondar-mandir kayak setrikaan, dan nyanyi-nyanyi dari yang melow ampe yg gubrakan, suit-suitin cewek lewat, senyum-senyum ndiri menghayal, de es be.. sang dosen wali gak juga datang..
Ku putuskan untuk nelpon lagi.

“Saya di Dikpora Propinsi sekarang, tadi cuma 30 menit di kampus!” kata sang dosen dengan buru-buru lalu tut..tut..

“Saya dari jam 7 di depan ruang akademik pak..”

“Saya tunggu di dikpora propinsi sekarang” katanya lagi

lalu tut..tut..sial di matiin lagi..

Langsung saja aku ke Dikpora propinsi mengingat masih banyak kerjaan yang harus kuseleseikan.

Setelah 3 jam di dikpora, ku telpon lagi.

“assalamualikum pak, saya sudah di Dikpora, bapak dimana?” dengan nada yang hati-hati lho aku ngomong tu..

“ke Gubernuran aja, beberapa menit lagi saya ada rapat” kata si bapak dosen dengan polosss

hwaaaaaa……

gak mau buang waktu aku ke Gubernuran, sampai di Gubernuran lagi ku telpon.

“pak saya sudah di Gubernuran..” kataku menyembunyikan kesel yang teramat sangat..

“Saya sedang rapat, tunggu di dikpora saja..” setengah berbisik tapi suara itu bikin grrr……

Oh bapak dosenku yang baik.. aku sudah lelah, letih dan kampir lunglai layu dan linglung.. mahasiswa..mahasiswa nasibmu sungguh tragiss!

Kembali lagi aku ke Dikpora, waktu itu jam menunjukkan pukul 11 entah lewat berapa, panas banged dah! duduk sambil dengerin musik dari my Redicluz Chicken (iPodku).. teng! jam 12 ..jam 1.. sudah setengah hari umurku habis untuk hunting sebuah tanda tangan yang hari itu begitu berharga.. Kesabaramku mulai hilang, bagian diriku yang usil mulai menampakkan diri. ide-ide nakal mengalir bagai nada-nada not balok.. begitu elegan menggodaku. tapi sebagian dari diriku menolaknya.. tapi sayangnya penolakan itu hanya sebagian kecil, panas matahari dan kesal membuat bagian diriku yang nakal menang! Jreng..jreng…!!

Huh! dia pikir aku gak kreatif apa?? bukan aku namanya jika tak bisa meniru tanda tangan bapak itu.. sungguh binal pemikiranku saat itu..

Jangan ji.. bagaimanapun itu akibatnya fatal.. seperti itu sisi batinku yang lain mengingatkan!

halaah.. kalo kamu menirunya dengan baik dan benar di jamin gak bakal ketahuan.. toh juga KRS gak penting-penting amat kan?? wong kamu dah bayar kuliah mahal-mahal juga..

Baiklah binal..
dengan mengerahkan seluruh kekuatan jahat yang terpendam dalam diriku.. jemariku mulai bermai di atas kertas berwarna merah, putih, biru dan hijau itu.. begitu indah meliuk-liuk bak penari balet baru belajarr..

dan beyyy sempurna deh! ini masterpice dari segala macam kejahatan yang kulakukan..wakakka selain ngerjain si Josh dan usilin anak-anak bari di pramuka! tapi tak ku pungkiri kawan hati nurani menyimpan kekhawatiran..

sebelum jam 2 KRS harus ku kumpulkan, bathinku. aku pun meluncur lagi ke kampus dengan sisa tenaga dan perasaan menang karena telah berhasil….

di ruang akademik nih

“Pak, nih KRS saya” kataku sembari menyerahkan map merah ke bapak gendut pendiam yang nungguin tumpukan map-map warna-warni itu.

“Hmm..tanda tangan bapak Roby (bukan nama beneran nih) gak kayak gini deh setau saya..” dengan cool bapak itu mematahkan kegembiraanku sesaatku..

deg! >!!<

“beneran ini tanda tangan pak Roby?” tanyanya..

Aiih.. busyet dah! haruskah kebohongan ini berlanjut..atau aku jujur saja?? tapi kalo aku di proses lebih lanjut, di laporin, di DO?? hayooo..

“hmm gak tau pak..tadi KRS-nya nitip di temen..” ups.. tapi jujur aku kelihatan sekali lagi bohong.. dan..

“gini aja apak, biar nanti saya saja yang selesaikan ini sama Pak Roby, saya akan kerumahnya.. minta tolong ya pak, jangan di besar-besarin, insyaallah ini akan baik-baik saja pak.. saya akan seleseikan..saya janji lewat jalan yang baik dan benar kok..”

Huuuff.. kapok! kapok aku bohong…

aku pulang dengan letih.. sampai di kost, abis sholat aku pun bermimpi buruk dikejar tu dosen sialan..

bersambung dulu.. capek nulisnya…

Besok baca di “Cerita Hari Ini” ya..

Categories: Ceritaku

Lagi suka lagu ini

19 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Once – Symfoni yang Indah

Categories: Ceritaku

sakit! ;-(

Akhirnya pertahanan tubuhku jebol juga, aku jatuh sakit dan sangat lemah.

kemarin pagi, aku diantar pulang ke kost oleh Faridi, belum jauh dia pergi aku tersungkur pingsan di halaman kost-an, dan parahnya sampai aku sadar lagi gak ada yang tau atau lihat aku pingsan disana.. sial benerr.

dengan muka pucat dan napas yg rasanya panas aku naik ke kamarku dan berbaring dan tak sadarkan diri lagi hingga jam 5 sore aku membuka mata dan ku dapati Faridi dan supni ada di kamar dan menyuruhku makan. tapi aku masih linglung lalu tertidur lagi dan beberapa menit kemudian aku sadar lagi dengan badan penuh keringat.

Alhamdulillah Magrib aku sudah segar lagi, tanpa mau buang2 waktu aku dan teman2 yang niatnya menjengukku berangkat mengunjungi rumah senior-senior alumni pramuka unram guna menanyakan dan berkonsultasi tentang kegiatan dan masalah-masalah yang sedang kami hadapi di organisasi, yang membuatku sampai pusing…

Aku terharu sekali atas perhatian teman-teman yang begitu besar padaku. bagaimana kalau seandainya diwaktu aku sangat lemah mereka tak ada. sungguh, sahabat adalah segalanya..

Luv all friends..

Categories: Ceritaku
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.