Pagi-pagi sekali aku telpon Pak Roby, bukan untuk minta maaf karena aku telah berusaha menghapus tanda tangan palsu di KRS dengan penghapus pulpen harga seribu perak hehehe.. ya meski gak berhasil-berhasil amat paling tidak tidak begitu kelihatanlah.. kemungkinan terburuknya Pak Roby akan bertanya ini bekas tanda tangan siapa?? mau nyoba palsuin tanda tangan saya ya?? lalu aku akan menjawab dengan sok polos maaf pak kemarin saya salah tanda tangan.. saya pikir di bagian ini saya harus tanda tangan ternyata ini bagian bapak.. beres kan?? hahaha
Lalu akupun ke kampus setelah ‘janjian’ dulu dengan pak Roby, janjiannya di parkiran Gedung D FKIP unram, si bapak bilang katanya gak bisa lama. Di paskiran aku duduk sendiri di atas tembok yang setinggi lutut orang dewasa di bagian barat parkiran. sambil ngipas-ngipasin map ke leher karena keringat mulai merembes pagi-pagi. mungkin karena tegang hahaha.
eh tau gak, parahnya..aku gak tau yang mana namanya Pak Roby, ini pertama kali beliau jadi Dosen wali ato dosen pembimbingku. Gesit ku sms teman-temanku yang juga ber-dosen wali pak roby
Ke Ibenk: benk, pak Roby tu ciri-cirinya gimana??
Ke Intan: Tan, pak Roby pake mobil atao motor??
Ke Ria: Bu, Pak Roby rambutnya gimana ya??
beberapa menit kemudian balasan sms dari ketiiga temanku itu masuk.
Dari Ibenk: Mang ada apa ji? lum ngumpulin KRS ya??
Dari Intan: Gak tau Ji, pake engkel(sejenis Bis mini yang kalo di Lombok bis antar kecamatan,biasanya reot dan bauuu) kali.wakakaka
Dari Ria: Kemarin si agak2 keriting, gak tau sekarang mungkin dah rebonding!
Busyet dah ni anak-anak, gak ada yg beress.. malas aku balas lagi smsnya aku pun duduk lagi dengan tenang (tepatnya berusaha tenang..), sengaja map merahku ku kipas-kipaskan lagi siapa tau Pak Roby melihatku duluan lalu tahu aku sedang menuggu beliau. dan benar saja, Avansa Pink lewat dan berhenti agak ke selatan kira-kira 5 meter dari tenpat ku duduk. keluarlah Pak Roby, dengan pakaian Olah raga lengkap dengan sepatu Ketsnya.
“Mau tanda tangan KRS ya?” tanya si bapak dari jauh..
“iyah..iyah..” aku mengangguk lalu berlari ke arahnya.
“mana..?”
“ini pak..” sambil ku sodorkan mapku ke si bapak yang masuk lagi ke Mobilnya.
“Hmm.. ini bekas tanda tangan, apa maksudnya??” deg..!! “Oo kamu ya yg katanya pak Saleh palsuin tanda tangan saya??”
Damn!
Aku cengengesan karena gak tau harus ngomong apa,..rasaya pengen lenyap dari depan si bapak. maluu euy!
Lalu ku putuskan untuk jujur dan bercerita dengan luguhnya..(baca; Lebay!)
“Kemarin aku putus asah pak..setelah didera rasa letih, mondar mandir kesana-kemari mengejar bapak yang terhormat.. hingga akhirnya aku menyerah dan kalah oleh iblis yang senantiasa menjerumuskan manusia.. akupun tergoda dan memalsukan tanda tangan bapak…tapi hasilnya bagus kok pak.. tapi bapak yang di akademik bilang ini bukan tanda tangan bapak.. akupun menyerah lagi.. jadi…”
“Sudah..sudah.. saya buru-buru nih sudah saya tanda-tangan, lain kali jangan ulangi, saya santai aja kok orangnya..cari saya dimana saya ada saat itu saya pasti welcome sama mahasiswa..okeh? saya jalan dulu”
Alhamdulillah……….aku selamat!! sekali lagi aku selamat… ini jelas bukan karena nama kakekku Selamat Riadi hahaha.. tapi ini memang nasib lagi gak apess dan ternyata hanya kejujuran yang bikin tenang kawan.. ingat itu.. waspadalah..waspadalah…
setelah itu aku bisa dengan tenang melanjutkan hidupku….tapi ternyata tak sampai disini.. simak cerita berikutnya..
Astaga! Ketua Dewan Racana Teparrr
Lepas dari kejar-kejar dosen dan sukses dengan kejujuran (chieeeehahaha) aku ke ke sekret dan mengkoordinir anggotaku untuk ikut ke kegiatan Donor darah yang di adakan Dewan Kerja Daerah NTB, untuk mempererat tali silaturrahmi aku bela-belain ijin gak masuk kerja pagi itu dan meminta teman kerjaku gantikan shiftku hehehe.. ya selama ini antara Pramuka unram dengan DKD memang jarang berkomunikasi.. adi harapanku dengan ini dua kubuh akan lebih akrab.
Kau tahu kawan, ini adalah the first! pertama kali aku akan mendonorkan darahku yang entah bergolongan apa.. hahaha aku paling benci jarum suntik! aku alergi liat darah dan gak suka bau karbol! Meski enggan, aku harus mendonorkan darahku dengan ikhlas.. (eiit aku bukan enggan donorin darah tapi enggan di tusuk-tusuk!).
Setelah basa-basi dengan kawan-kawan DKD, senyum senyum sana sini a.k.a tebar pesona dikit dan mengisi form aku masuk ke ruang Transfusi darah, wew..suasananya dah kayak rumah sakit aja tuh! ada 5 tempat tidur nyang kayak di rumah sakit noh..gak tau namanya..hehehe dan di atasnya masing terbiring orang-orang yang sedang di sedot darahnya hiii… begitu kepalaku nongol dipintu, langsung saja pak Dokter yang kelihatannya lebay itu memanggilku dan menyuruhku duduk di depannya.. sialan gak ada kesempatan kabur pikirku..
Lenganku di balut dengan tensimeter (bener gak tuh namanya?), lalu di pompa dan sang dokter (yang kalo ku lihat bikin aku ingat salah satu artis yang kalo ngomong lebay). lalu jari ku di plintar plintir dan mendekatkannya ke alat kayak pulpen dan tiba-tiba dara dan keluar dari ujung jadi telunjukku.. weeeit gak sakit too?? hahahaha,
“Sekarang langsung ke tempat tidur ya mas, untuk di ambil darahnya..” kata sang Dokter dengan bibir yang di buat-buat cuih..hahaha
Bah! ini bagian yang sangat tak kusukai. harus berhadapan dengan jarum suntik yang sebesar jarum suntik sapi. lenganku di oles-oles. Multzam dan desi yang berdiri di sampingku ampe gak bisa nahan ketawa liat expresiku yang katanya lucu dan pucat! anjriittt dah….
Lalu… checkkk!! jarum itu menembus uratku..rasanya bikin aku meremas-meramas seprei tempat tidur, bibirku gak sengaja monyong dan saat-saat memalukan seperti itu ternyata sang kameramen dengan semangatnya menyorot expresiku yang memalukan itu! Desy ampe terpingkal-pingkal, multazam keluar ruangan untuk ketawa! dokter mendekat dan sok menenangkan, seandainya ia tahu.. ini menyiksaaaa..! tapi stay cool walaupun awalnya dah kebuka belangku, takut disuntik! beberapa menit kemudian sakitnya mulai reda.. aku bisa senyum-senyum ke arah perawat-perawat yang membantu dokter hehe. tapi senyum tak berlangsung lama, sang perawat yang sedari awal disampingku menyudahi menyedot darahku, jarum sialan itu dilepas dan..tiba-tiba saja aku seperti melayang, terbang, telingaku berdenging aneh, pelan-pelan semua benda disekelilingku menjadi pudar lalu menjadi putih seluruhnya.. ooh… rupanya aku sudah pingsan dengan damai.. huwaaaa!!
Kira-kira beberapa menit berselang aku membuka mata dan ku dapati di bawah kakiku ada bantal yang di tumpuk, bajuku terbuka, ikat pinggangku terbuka, sepatu dan kaos kakiupun demikian.. ada apa ini..?? aku masih lemah.. hanya bisa membuka mata doank..
“Kak ajie..dah sadar..” itu suara desi, aku hanya bisa berkedip lalu gak sadar lagi…
Begitu sadar tambah rame saja di sekelilingku, bukannya kata-kata berduka cita yang tertangkap telingaku, yang ku dengan malah kata-kata ledekan, ejekan dan suara ketawa menjengkelkan dari anggota-anggotaku..awas kalian kataku dalam hati, ya, karena aku belum bisa bergerak!
“Astagaaa… Ketua Dewan Pramuka unram pingsan?? ck..ck..ck..” aku kenal sekali suara menjengkelkan itu. Itu suara Fuji. huh..awas ku plintir telingamu nanti anak muda.
“Siapa yang pingsan?” yang ini entah siapa punya suara
“Kak Ajie.. ketua dewan kita..” dengan nada penuh semangat aku tahu itu Harun..okeeeh awas kalian semua!
“Ah.,.kak ajie cemen nih..gitu aja pingsan..” Reihan ikut-ikutan. anak baruu awas pelantikan nanti, ku bikin kapok kau yah!
Beberapa menit kemudian keadaanku berangsur membaik, Multazam memapahku ke luar ruangan dan memberiku segelas susu coklat anged, telur rebus dan pop mie anged.. plus secangkir kopi. dengan sangat sangat lahap ku habiskan pop mie dan telur rebusnya. sementara anak-anak itu ntak berhenti dengan leluconnya. benar-benar memalukan ini!
Setelah merasa segar aku bertingkah seolah tak pernah terjadi apa-apa, . ku ajak mereka balik kesekret meski masih saja mereka mengejekku.. otakku sibuk merencanakan pembalasan wakakaka…
Tapi entah kenapa tiba di sekret, rencana serangan balik tak jadi ku lancarkan.. abis mereka semua kompak menertawakanku sementara aku hanya sendiri..huuuff….
ini kejadian yang tak akan ku lupakan, pertama kali aku mendonorkan dara dan langsung pingsan.
Sungguh terlaluhh…!!
Sorenya:
sms dari Ochi _yang dah sekian tahun aku gak ketemu_ masuk.
“Siapa tuu yang sok-sok-an donor darah lalu pingsan…?? kita lagi nonton videonya neh..”
Gubrakkkk!!!!
Last Comment!