Luna Kesal sama wartawan lalu nulis cacian di Twitter-nya
PWI infotainment meluapkan tersinggungnya lewat UU ITE.
Para PSK juga meluapkan tersinggungnya dengan membakar dan merobek-robek foto Luna Maya.
Ini beritanya : . . . . . . .
SLAWI – ’Unek-unek’ Luna Maya yang dituangkan di Twitter berbuah pelaporan ke Polda Metro Jaya. Sebagian besar facebookers memberikan dukungan kepada Luna, tetapi PSK di Slawi mengecam, pernyataan Luna dianggap menyinggung perasaan para pekerja seks komersial (PSK). Puluhan wanita pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Peleman, Desa Sidoharjo, Kecamatan Suradadi, Slawi, mengecam Luna Maya. Mereka tidak terima profesinya dibawa-bawa dalam perseteruannya dengan beberapa wartawan infotainmen di situs jejaring Twitter beberapa waktu lalu.
Sambil meneriakan yel-yel kecaman, para PSK berjalan keliling lokalisasi sambil membawa gambar Luna Maya. Mereka selanjutnya melampiaskan kekesalannya dengan merobek-robek dan membakar foto Luna. Menurut mereka, Luna Maya tidak berhak menghakimi profesi mereka dengan sebutan hina karena belum tentu moralnya juga lebih baik daripada PSK.
’’Kata-kata Luna Maya telah melecehkan kami para pelacur. Seolah-olah dia paling suci,’’ kata Sumiyati (26), salah seorang PSK, Minggu (20/12).
Menurutnya, menjadi PSK itu dilakukan karena terpaksa. Jika ada kesempatan yang lebih baik, maka dia juga tidak akan menjadi PSK. ’’Sepak terjang Luna Maya di dunia hiburan selama ini juga tidak lepas dari gosip miring sebagai perebut suami orang. Harusnya dia bisa introspeksi,’’ tandasnya.
Sumiyati meminta Luna Maya mencabut perkataanya yang melecehkan pelacur itu. Selain itu, para PSK juga menuntut permintaan maaf secara terbuka khusus kepada para PSK. “Kami memang kerja jadi PSK. Tapi jangan dibawa- bawa dalam perselisihan dengan pihak yang tidak dia sukai. Kami minta dia mencabut kata-katanya itu,” tandasnya.
Ketua RT 25 RW 10 Andi Ojin mengatakan, aksi spontanitas para pelacur tersebut disebakan para PSK merasa tersinggung akibat perdebatan Luna Maya dengan beberapa wartawan infotainmen di akun Twitter milik Luna. Pasalnya, Luna mengungkapkan kekesalannya terhadap para wartawan infotainmen dengan menyebutkan wartawan tersebut lebih hina daripada pelacur.
“Mereka mengetahui informasi ini dari tayangan infotainmen di beberapa stasiun tv. Aksi ini pun dilakukan secara spontanitas,” ujarnya.
Lapor Dewan Pers
Sementara Koordinasi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Margiono, berpendapat, Luna bisa melaporkan tindakan wartawan infotainment tersebut ke Dewan Pers. “Sebagai nara sumber, Luna Maya bisa melaporkan ke Dewan Pers,” imbuh Koordinasi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Margiono, di Jakarta, Senin (21/12) pagi tadi.
Ia menjelaskan, di dalam pasal 11 Kode Etik Jurnalistik, disebutkan wartawan harus dapat menghormati nara sumbernya. “Termasuk menolak untuk diwawancarai, apalagi yang berhubungan dengan privasinya, ” terangnya.
Margiono menilai akan lebih baik jika kasus Luna Maya ini dapat diselesaikan lewat Dewan Pers. “Akan lebih baik jika diselesaikan lewat ranah etik bukan ranah hukum. Dalam hal ini, Luna Maya dapat melakukan proses mediasi lewat Dewan Pers,” tutur Margiono.
Dalam laporan itu, Luna Maya dijerat pasal 27 ayat 3 junto pasal 45 ayat 1 UU ITE J, pasal 310, 311, 315 dan 335 KUHP. Semua itu merujuk kepada tindakan caci maki Luna kepada infotainmen yang dituduh sebagai tindakan pencemaran nama baik, fitnah, penghinaan, dan perbuatan tidak menyenangkan. Nantinya jika terbukti melakukan itu semuanya, Luna bisa terancam hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.
Kasus Luna Maya muncul setelah Dia mencaci maki wartawan infotainment di akun twitter pribadinya, pasca-terganggunya Luna serta terbenturnya kepala Alea, anak Ariel “Peterpan” yang digendongnya usai menyaksikan premier Sang Pemimpi di EX Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu 15 Desember lalu.
Diserang balik
Tindakan PWI yang melaporkan Luna Maya ke Polda Metro Jaya karena “unek-uneknya ” disinyalir bagai pisau bermata dua. Karena laporan itu bisa menjadi senjata makan tuan.
“Justru dengan adanya kasus ini akan menjadi serangan balik kepada rekan-rekan wartawan semua,” tutur Koordinasi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Margiono di Jakarta.
Ia menilai, tindakan PWI itu merupakan blunder. Bahkan, Margiono mengkhawatirkan ada hal yang lebih buruk akan timbul akibat naiknya kasus ini ke permukaan. “Yang lebih buruk sebenarnya, masyarakat jadi tidak suka dengan wartawan. Wartawan dianggap egois,” katanya.
Apa yang dilakukan wartawan dengan pelaporan ini nantinya akan menjadi kontraproduktif dengan kebebasan pers. Akan banyak mungkin wartawan yang dilaporkan ke polisi dengan menggunakan UU ITE ini.
___________________________________________________________
Kuku ruyuuuk….
wakakaka Indonesia sekarang makin rame aja sama gugat menggugat! demo mendemo, perusakan nama baik dan hina menghina..huhuhu… terus terang malu aku dengan keadaan ini, apalagi yang menjadi pelakunya adalah kaum-kaum yang dikenal banyak orang.. ampun deh!
well aku punya dua link, yg pertama adalah group di FB untuk mendukung SI Cantik Luna MAya, dan satu lagi Group yang meboikot Luna MAya silahkan tentukan pilihan Anda…tentunya dengan mengandalkan akal dan pikiran, jangan mudah terbawa emosi dan amarah. toh juga Luna, Infotainmen dan PSK gak kenal kita..xixixixixi..
Klik Foto Ini untuk bergabung dengan Group Pendukung Luna Maya di FB

Yang tak mendukung klik foto dibawah ini

___________________________________________________________
Pelajaran buat kita semua.
Kata-kata itu adalah pedang yang jika tak kita gunakan dengan baik, akan menghancurkan diri kita sendiri.
Mengeluarkan kata-kata sama dengan mengeluarkan kapas dari bantal ke udara, kita tak akan bisa menariknya kembali lagi… waspadalah..waspadalah!!
Last Comment!