Beranda > Mencoba memaknai, repost > Falsafah 5 (Lima) Jari Tangan

Falsafah 5 (Lima) Jari Tangan

Pesan yang disampaikan Tuhan yang maha Esa melalui anatomi tubuh manusia antara lain melalui jari-jari yang ada di tangan kita. Dari Jari kelingking hingga ibu jari secara berurutan menggambarkan mengenai tingkat kematangan (manuturity) manusia dikaitkan dengan usia fisik. Namun menurutsaya segmentasi usia dan kematangan tidak sepenuhnya mutlak dalam 1 kesatuan yang sama. Namun tergantung kita menilai diri kita secara umum berada pada segmen usia mana dan maturity mana kita berada. Adapun pesan yang coba disampaikanNya sebagai berikut :

1. Jari Kilingking

Jari kelingking mewakili usia manusia dengan ± 10 (sepuluh) tahun. Pada umumnya, sampai dengan usia tersebut peranan indiviudual dari seorang bocah belum banyak artinya. Namun demikian, keahdirannya merupakan suatu keharusan. Kita akan merasa kehilangan jika kehadirannya tidak ada disekitar kita. Pada usia dini ini, sebaiknya landasan moral, spritual, fisik, maupun intelegensia mulai diarahkan karena pengaruhnya sangat besar untuk masa-masa yang akan datang. Ketepatan maupun kekeliruan dalam meletakkan dasar moral, sritual, fisik maupun intelegensia pada usia dini ini sangat menentukan bentuk kepribadian seorang anak pada masanya.

2. Jari Manis

Jari manis melambangkan usia 11- 20 tahun. Masa ini dikenal dengan istilah ”Teenager”? Bagaimana manisnya hidup pada masa itu. Pada usia ini manusia mulai belajar bertanggungjawab meskipun terbatas, sisamping sulit dimengerti, sering berbuat konyol diluar kontrol. Pada usia ini, remaja mulai belajar membentuk dan bekerja dalam kelompok, belajar berinteraksi, inter-relasi, toleransi disamping melatih untuk memaksakan kehendaknya, belajar mengambil kesimpulan dan keputusan. Proses pembelajaran dan pendewasaan serta idealisme terjadi pada usia ini.

3. Jari Tengah

Jari Tengah mewakili usia antara 21-30 tahun. Pada usia ini proses pembelajaran dan pendewasaan tiba pada tahapan tertentu yang cukup kritis. Pada usia ini umumnya terjadi beberapa perubahan pada manusia dalam kaitan sejarah hidup. Pada masa ini pula kepercayaan diri manusia mulai mantap, bahkan pada keadaan tertentu cendrung ”mau menang sendiri”, merasa diri selalu benar, merasa sudah ”selesai belajar di dunia pendidikan”, ada sikap ingin diakui keberadaannya, sikap menonjolkan diri, ingin tampil dan lain-lain. Sisi baik dari usia 20-30 Tahun ini adalah mulai tanda-tanda adanya produktivitas yang tinggi. Coba katupkan seluruh jari anda, maka akan terlihat bahwa jari tengah lebih tinggi daripada yang lainnya. Ini menggambarkan memang pada usia-usia ini manusia cenderung untuk minta diakui keberadaannya.

4. Jari Telunjuk

Jari telunjuk mewakili manusia dalam usia antara 31-45 tahun, dimana pada umumnya kematangan seseorang sudah mulai dihiasi dengan wisdom, kebijaksanaan,. Kemampuannya untuk berinteraksi dan berintegrasi, serta kemampuannya untuk memberi petunjuk dan arah, semakin nyata dan berkembang. Dalam karier, biasanya seorang dalam renztang usia tersebut sudah mulai mampu untuk memimpin. Hal ini tergantung pada usia berapa, apakah awal, pertengahan, atau akhir dari periode ini. Jenjang manajer secara umum dicapai pada rentang awal usia ini. Bahkan ada juga pada rentang akhir usia ini baru mencapai puncak kariernya. Kelemahan manusia pada rentang usia ini adalah bahwa yang bersangkutan belum sepenuhnya mampu berkomunikasi face to face dengan manusia pada rentang periode-periode lainnya. Namun bagaimanapun, pada rentang usia ini seseorang mampu memberi petunjuk kepada sub ordinate dan peers-nya. Harap disadari, bahwa petunjuk selalu dilakukan dengan jari telunjuk, bukan jari tengah.

5. Ibu Jari

Ibu jari adalah fase pembelajaran dan pendewasaan diri yang terakhir, yaitu pada fase usia diatas 45 tahun. Diharapkan pada usia ini seseorang sudah benar-benar matang, bijak, dan mampu memberi panutan. Perhatikan bentuk ibu jari secara fisik; pendek, gemuk, kurang menarik. Demikian jugalah rata-rata bentuk dari manusia pada usia sekitar 50-an, terutama yang kurang mampu menjaga kondisi tubuh masing-masing, gemuk perut tidak rata, rambut beruban dan atau botak, bentuk badan tidakk lagi proporsional. Namun demikian, dari segi mental atau kejiwaan dan olah pikir, di sini puncak-puncaknya. Ini ditandai dengan kenyataan pertama, bahwa hanya ibu jari yang mampu beradu langsung dengan permukaan seluruh jari. Artinya pada usia tersebut umumnya manusia mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dua arah dengan seluruh lapisan usia, baik mendengar maupun menyampaikan sesuatu. Kedua, mampu bertindak sebagai ”provokator”. Cobalah anda lentikkan ibu jari dengan jari tengah, maka yang berbunyi adalah benturan antara jari tengah dengan jari manis namun dalam posisi jatuh atau tertidur. Sedangkan ibu jari tetap tegak berdiri. Jadi orang-orang seusia 50-an tersebut mampu untuk mendorong manusia atau orang yang berusia produktif, merasa pandai, sok, untuk bergabung dengan remaja idealis demi kepentingan ibu jari, dan setelah tercapai kedua kelompok tersebut menjadi korban, sementara ibu jari menikmati hasilnya. Ketiga, penggalang kekuatan fisik. Jika kita menggenggam tangan tanpa ibu jari, kekuatan maksimal dari tangan tersebut hanya pada pada telapak tangan ditambah empat jari. Bagi yang mempelajari bela diri, daya pukul cukup efektif untuk jurus kuntul, bangau, tetapi sifatnya lecutan. Seandainya ibu jari turut menggenggam, maka terasa sekali bahwa sampai dengan bahu seluruh otot bergerak mendukung dan koordinasi gerakan lebih terpadu. Maknanya adalah mereka mempunyai kematangan, kedewasaan dan wisdom. Diharapkan dalam usia tersebut mampu menjadi sumber pendorong, sumber inspirasi, motivasi untuk mencapai tujuan.

(dikutip dari buku ”Reinvensi BUMN” penulis Dr. Djokosantoso Moeljono)

copas dari FB Om Inrda Gunawan

Categories: Mencoba memaknai, repost
  1. 30 Agustus 2010 pada 3:35 PM | #1

    bagaimana kalau yang ini bro Memahami Jari Tangan Kelingking Sebagai Falsafah Hidup

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.