Arsip

Arsip untuk Mei, 2009

Bangga Jadi Orang Utan

Katanya dahulu kala di Kecamatanku pernah berdiri sebuah kerajaan yang Bernama Kerajaan Utan. di pimpin oleh Datu (Raja) yang sakti, yang meninggalkan banyak sekali peninggalan bersejarah seperti Situs Batu Gong, dan Satera Jontal (Tulisan Daun Lontar) yang sekarang mulai di ajarkan di sekolah-sekolah di sumbawa. Datailnya baca disini sumbawanews.com

Sudah menjadi nasibku dan mungkin juga orang-orang yang satu wilayah denganku menerima olok-olokan dari anak-anak dari kecamatan lain di Pulau Madu ini. Ditanya pengalaman tentang olokan orang utan? tak terhitung kawan. setiap aku keluar daerah kecamatan entah untuk bepergian bersama orang tua atau ikut lomba-lomba, nyaliku selalu dibuat ciut oleh ejekanmereka tentang nama kecamatanku. tak heran jika sewaktu SMP aku sempat bercita-cita menjadi camat dengan misi mengganti nama kecamatanku dari Kecamatan Utan menjadi apalah yang lebih keren.

Kebal karena terbiasa.
Tak terhitung sudah olokan dan ejekan yang harus kami terima. tapi memang awal-awalnya terasa memekakkan telinga, tapi lihatlah sekarang. Sampai berbusapun mulut mereka yang mengejek I dont care! kalo dulu aku selalu menyebut nama kampungku jika di tanya asal sekarang ku sebutkan lengkap dengan nama Kecamatanku. Utan. jika sudah demikian meledaklah ketawa mereka atau paling tidak merekalah senyumnya. Wow orang Utan ternyata, begitulah kalimat yang kebanyakan terlontar dari bibir mereka.Sekarang aku telah terbiasa, dan aku tak begitu menyoalkan keisengan mereka. ku anggap saja itu basa-basi yang tak penting untuk ditanggapi, cukup dibalas senyuman maka merekapun akan diam.
maka sebuitan “orang utan” itu pun lama-lama mulai bersahabat dengan telingaku.

Bangga Jadi Orang Utan.
Utan terletak di Wilayah sumbawa bagian tengah, jika dari Lombok kita akan tiba di Kecamatan Utan setelah melewati kecamatan Alas sebuah kecamatan yang terkenal dengan barang loakan produksi luar negeri. Utan termasuk kecamatan yang wilayahnya luas di Kabupaten Sumbawa, hanya saja masih banyak wilayahnya yang belum berpenghuni jadi tidak mengherankan jika pantai pasir putihnya masih banyak yang perawan meski akhir-akhir ini mulai banyak tangan-tangan investor yang menjamahnya. aku kurang suka hal itu! Utan termasuk wilayah yang panas. tak jarang terdengar celetukan orang yang mengatakan bahwa di Utan mataharinya ada 3. hahahaha lebay!

Tapi sayangnya, tak banyak orang yang kukenal di Kecamatanku sendiri karena SMA aku di Sumbawa Besar, Ibu Kota Kabupatenku. tapi lepas dari semua itu, bagaimanapun aku tetap Bangga jadi Orang Utan! Karena semua keluargaku dan aku yakin leluhurku juga asli Orang Utan. Sekarang permainan waktu terus berlanjut, aku tak akan menunggu perubahan untuk kecamatanku, tapi aku akan membuat perubahan itu, tentunya perubahan yang progres,lebih baik! karena aku tahu itu kewajibanku sebagai anak negeri. Orang Utan asli.

Ah..sebuah nama tak bisa di klaim hanya untuk satu arti kan? satu kata bisa seribu arti dan setujukah kamu bahwa Kata Utan tak harus identik dengan primata besar berbulu itu kan kawan?

utan1Pasir Putih Gili Keramat

utan11
Jembatan Gantung Peninggalan Kumpeni

Categories: Asalku, Ceritaku, Lepas

Falsafah 5 (Lima) Jari Tangan

31 Mei 2009 1 komentar

Pesan yang disampaikan Tuhan yang maha Esa melalui anatomi tubuh manusia antara lain melalui jari-jari yang ada di tangan kita. Dari Jari kelingking hingga ibu jari secara berurutan menggambarkan mengenai tingkat kematangan (manuturity) manusia dikaitkan dengan usia fisik. Namun menurutsaya segmentasi usia dan kematangan tidak sepenuhnya mutlak dalam 1 kesatuan yang sama. Namun tergantung kita menilai diri kita secara umum berada pada segmen usia mana dan maturity mana kita berada. Adapun pesan yang coba disampaikanNya sebagai berikut :

1. Jari Kilingking

Jari kelingking mewakili usia manusia dengan ± 10 (sepuluh) tahun. Pada umumnya, sampai dengan usia tersebut peranan indiviudual dari seorang bocah belum banyak artinya. Namun demikian, keahdirannya merupakan suatu keharusan. Kita akan merasa kehilangan jika kehadirannya tidak ada disekitar kita. Pada usia dini ini, sebaiknya landasan moral, spritual, fisik, maupun intelegensia mulai diarahkan karena pengaruhnya sangat besar untuk masa-masa yang akan datang. Ketepatan maupun kekeliruan dalam meletakkan dasar moral, sritual, fisik maupun intelegensia pada usia dini ini sangat menentukan bentuk kepribadian seorang anak pada masanya.

2. Jari Manis

Jari manis melambangkan usia 11- 20 tahun. Masa ini dikenal dengan istilah ”Teenager”? Bagaimana manisnya hidup pada masa itu. Pada usia ini manusia mulai belajar bertanggungjawab meskipun terbatas, sisamping sulit dimengerti, sering berbuat konyol diluar kontrol. Pada usia ini, remaja mulai belajar membentuk dan bekerja dalam kelompok, belajar berinteraksi, inter-relasi, toleransi disamping melatih untuk memaksakan kehendaknya, belajar mengambil kesimpulan dan keputusan. Proses pembelajaran dan pendewasaan serta idealisme terjadi pada usia ini.

3. Jari Tengah

Jari Tengah mewakili usia antara 21-30 tahun. Pada usia ini proses pembelajaran dan pendewasaan tiba pada tahapan tertentu yang cukup kritis. Pada usia ini umumnya terjadi beberapa perubahan pada manusia dalam kaitan sejarah hidup. Pada masa ini pula kepercayaan diri manusia mulai mantap, bahkan pada keadaan tertentu cendrung ”mau menang sendiri”, merasa diri selalu benar, merasa sudah ”selesai belajar di dunia pendidikan”, ada sikap ingin diakui keberadaannya, sikap menonjolkan diri, ingin tampil dan lain-lain. Sisi baik dari usia 20-30 Tahun ini adalah mulai tanda-tanda adanya produktivitas yang tinggi. Coba katupkan seluruh jari anda, maka akan terlihat bahwa jari tengah lebih tinggi daripada yang lainnya. Ini menggambarkan memang pada usia-usia ini manusia cenderung untuk minta diakui keberadaannya.

4. Jari Telunjuk

Jari telunjuk mewakili manusia dalam usia antara 31-45 tahun, dimana pada umumnya kematangan seseorang sudah mulai dihiasi dengan wisdom, kebijaksanaan,. Kemampuannya untuk berinteraksi dan berintegrasi, serta kemampuannya untuk memberi petunjuk dan arah, semakin nyata dan berkembang. Dalam karier, biasanya seorang dalam renztang usia tersebut sudah mulai mampu untuk memimpin. Hal ini tergantung pada usia berapa, apakah awal, pertengahan, atau akhir dari periode ini. Jenjang manajer secara umum dicapai pada rentang awal usia ini. Bahkan ada juga pada rentang akhir usia ini baru mencapai puncak kariernya. Kelemahan manusia pada rentang usia ini adalah bahwa yang bersangkutan belum sepenuhnya mampu berkomunikasi face to face dengan manusia pada rentang periode-periode lainnya. Namun bagaimanapun, pada rentang usia ini seseorang mampu memberi petunjuk kepada sub ordinate dan peers-nya. Harap disadari, bahwa petunjuk selalu dilakukan dengan jari telunjuk, bukan jari tengah.

5. Ibu Jari

Ibu jari adalah fase pembelajaran dan pendewasaan diri yang terakhir, yaitu pada fase usia diatas 45 tahun. Diharapkan pada usia ini seseorang sudah benar-benar matang, bijak, dan mampu memberi panutan. Perhatikan bentuk ibu jari secara fisik; pendek, gemuk, kurang menarik. Demikian jugalah rata-rata bentuk dari manusia pada usia sekitar 50-an, terutama yang kurang mampu menjaga kondisi tubuh masing-masing, gemuk perut tidak rata, rambut beruban dan atau botak, bentuk badan tidakk lagi proporsional. Namun demikian, dari segi mental atau kejiwaan dan olah pikir, di sini puncak-puncaknya. Ini ditandai dengan kenyataan pertama, bahwa hanya ibu jari yang mampu beradu langsung dengan permukaan seluruh jari. Artinya pada usia tersebut umumnya manusia mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dua arah dengan seluruh lapisan usia, baik mendengar maupun menyampaikan sesuatu. Kedua, mampu bertindak sebagai ”provokator”. Cobalah anda lentikkan ibu jari dengan jari tengah, maka yang berbunyi adalah benturan antara jari tengah dengan jari manis namun dalam posisi jatuh atau tertidur. Sedangkan ibu jari tetap tegak berdiri. Jadi orang-orang seusia 50-an tersebut mampu untuk mendorong manusia atau orang yang berusia produktif, merasa pandai, sok, untuk bergabung dengan remaja idealis demi kepentingan ibu jari, dan setelah tercapai kedua kelompok tersebut menjadi korban, sementara ibu jari menikmati hasilnya. Ketiga, penggalang kekuatan fisik. Jika kita menggenggam tangan tanpa ibu jari, kekuatan maksimal dari tangan tersebut hanya pada pada telapak tangan ditambah empat jari. Bagi yang mempelajari bela diri, daya pukul cukup efektif untuk jurus kuntul, bangau, tetapi sifatnya lecutan. Seandainya ibu jari turut menggenggam, maka terasa sekali bahwa sampai dengan bahu seluruh otot bergerak mendukung dan koordinasi gerakan lebih terpadu. Maknanya adalah mereka mempunyai kematangan, kedewasaan dan wisdom. Diharapkan dalam usia tersebut mampu menjadi sumber pendorong, sumber inspirasi, motivasi untuk mencapai tujuan.

(dikutip dari buku ”Reinvensi BUMN” penulis Dr. Djokosantoso Moeljono)

copas dari FB Om Inrda Gunawan

Categories: Mencoba memaknai, repost
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.