Trik Basa-Basi [Ice Breaker]
Sebenarnya ini adalah masalah terbesarku beberapa bulan yang lalu. susah memmulai pembicaran dengan orang yang baru ku kenal. kadang bisa jadi aku duduk berjam-jam hanya diam dan hanya sesekali bicara dengan orang dihadapanku. yah! begitulah aku susah sekali mencairkan suasana, mungkin karena pengaruh waktu kecil yang terlalu di kekang! tapi sekarang hal semacam itu jauh deh! aku dah berevolusi dari duniaku yang terlalu introvert menadi agak terbuka dengan orang lain. dan ternyata rahasia intinya adalah cukup pede alias percaya diri aja! asalkan dengan catatan jangan terlalu cerewet! aku kebanyak orang tidak suka [termasuk aku] orang cerewet dan menanyakan hal-hal yang sebetulnya dia sudah tau. garing banged kan kesannya.
Nah. tadi sempat Googling nyari tips buat mencairkan suasana [ice breaker], nih hasilnya.
1. Lakukan pendekatan pertama.
Melakukan inisiatif pembicaraan memang membuat Anda deg-degan, yang justru membantu meningkatkan semangat Anda. Namun Anda perlu berstrategi dalam hal ini. Pilih orang yang tampaknya memang mudah didekati, misalnya, orang yang sedang duduk sendirian, demikian menurut Debra Fine, penulis The Fine Art of Small Talk. Lakukan kontak mata, tersenyum, lalu katakan, “Halo, saya… (sebutkan nama Anda). Nama kamu siapa?” Tekanan pada kata “kamu” akan menggugahnya. Setelah itu, sebutkan namanya saat Anda mengucapkan hal-hal lain, misalnya, “Boleh pinjam pulpennya enggak, Win?” Selain agar Anda mudah mengingat namanya, juga untuk menciptakan ikatan di antara Anda berdua. Jika Anda tidak mendengar namanya dengan jelas, atau mendadak lupa namanya, langsung saja sampaikan, “O ya, siapa namamu tadi?” Ingat, semakin lama Anda pura-pura tahu namanya, semakin malu jika Anda ternyata tidak tahu.
2. Buat pertanyaan terbuka.
Langkah awal paling sederhana adalah menanyakan mengapa teman baru Anda menghadiri acara tersebut. Misalnya jika di resepsi perkawinan, “Kenal Mira dan Dimas di mana?” Pertanyaan ini sifatnya membuka peluang untuk obrolan lebih lanjut. Teman baru Anda tak mungkin hanya menjawab dengan satu kata. Atau, lakukan observasi dengan pertanyaan seperti, “Restoran ini biasa dipakai buat pesta ulang tahun, lho. Pernah ke sini sebelumnya?” Jangan lupa, pujian juga membuat orang senang. Berikan ketika obrolan sudah berjalan cukup lancar. “Bajumu lucu banget, Win. Unik!”
3. Jadilah detektif.
Misalnya Anda membuka dengan, “Hujan terus ya, belakangan ini.” Untuk bergerak dari basa-basi ini ke obrolan yang lebih dalam, dengarkan setiap kata dari jawaban teman Anda yang mungkin akan mengarah pada topik selanjutnya. Bila ia menjawab, “Iya, bikin macet di mana-mana,” lanjutkan dengan pertanyaan mengenai di mana tempat tinggalnya, sudah berapa lama ia tinggal di sana, di mana tempat ia dibesarkan, dan sebagainya. Jangan kaget jika belakangan Anda bertanya, “O ya? Kenal Bobby, enggak?”
4. Ceritakan mengenai diri Anda secara sepintas.
Jangan terlalu banyak melontarkan pertanyaan karena orang lain akan merasa diinterogasi, atau Anda terlalu ingin tahu. Lebih baik, ceritakan sedikit mengenai diri Anda sambil tetap menghargai kenyamanan teman baru Anda. Jangan menceritakan sesuatu hal yang terselubung, yang membuatnya menebak-nebak latar belakang Anda yang kurang berkenan buatnya. Masalah kesehatan, uang, agama, atau status adalah topik yang tidak perlu terlalu diumbar, demikian pendapat Susan RoAne, penulis How to Work A Room.
5. Dengarkan, dan berikan perhatian dengan tulus.
Memberikan isyarat visual bahwa Anda mendengarkan apa yang dikatakan teman Anda, seperti menatap matanya atau mengangguk-angguk, ternyata belum cukup menunjukkan antusiasme Anda. Mengirimkan isyarat verbal, seperti, “Oh, gitu ya?”, atau “Ah, masak sih, Win? Kayaknya enggak, kok,” menunjukkan bahwa Anda betul-betul menaruh perhatian. Semakin banyak feedback positif yang Anda berikan, semakin orang lain senang ngobrol dengan Anda. Libatkan betul hati Anda, dan jangan heran bila basa-basi bisa membawa Anda ke hubungan yang lebih intens.
6. Tunjukkan apresiasi Anda.
Saat obrolan berjalan lancar, dan akhirnya Anda harus berpisah, katakan bahwa Anda senang ngobrol bersamanya. Anda bisa menawarkan untuk bertukar kartu nama, lalu katakan, “Kapan-kapan ketemu lagi, ya!” Anda bisa merasakan apakah teman Anda hanya berpura-pura senang ngobrol dengan Anda, atau memang sangat menikmati pertemuan dengan Anda. Bila ia memang cukup menyenangkan, jangan ragu untuk meneleponnya lagi kapan-kapan. semoga bermanfaat!
DENPASAR – Satu demi satu calon legislatif (caleg) yang kurang beruntung dalam Pemilu Legislatif bertumbangan. Di Bali, seorang caleg meninggal mendadak setelah mengetahui hasil penghitungan suara. Dia bernama Putu Lilik Heliawati (42), caleg Partai Hanura untuk DPRD Buleleng. Lilik meninggal Kamis 9 April, pukul 23.00 Wita. “Dia lemas setelah mendapat laporan hasil penghitungan suara,” kata Ketua Partai Hanura DPD Bali Gede Ngurah Wididana, Jumat (10/4/2009). Sebelum tewas, Lilik sempat memantau sejumlah TPS. Namun pukul 22.00 Wita, caleg nomor tiga dapil Busungsbiu, Buleleng, ini tiba-tiba pingsan setelah menerima telpon dari salah satu tim suksesnya. Saat tiba di RSUD Singaraja pukul 23.00 Wita, nyawa Lilik tidak tertolong. “Kata dokter, dia meninggal akibat serangan jantung. Kemungkinan karena mendengar hasil penghitungan suara,” imbuh Wididana.
Shock dan kaget banged waktu pertama kali denger kalo Jo sohib aku yang rocker tu mau nikah! gak tau deh mesti senang atau sedih. pasalnya Jo adalah sahabat seiya sekataku selain JOsh! Jo adalah sosok yang Idealis, jebolan pesantren yang smart tapi slow dalam menghadapi hidup. ide-idenya pasti keren. tegas tapi slengean. itulah Jo.
tapi sudahlah, aku yakin Jo mengambil keputusan ini tentu telah berpikir dengan matang sebelumnya. aku tau siapa dia. sekarang aku cuma bisa berdoa semoga keputusannya bisa ia pertanggung jawbkan selamanya, semoga ia bahagia bersama hidup barunya. dan ah..aku akan jadi Om untuk anak-anaknya kelak.. tapi sediiih banged!!


Last Comment!